Sokong Talenta Lokal, Dirut CV Sumber Batu Resmikan Lapangan Sepak Bola Mini di Kotanopan


hariantoday.com,MANDAILING NATAL –
Wujud nyata dedikasi terhadap pengembangan bakat sepak bola di Mandailing Natal kembali ditunjukkan oleh Direktur CV Sumber Batu, Ginda Hakim, SH. Pada Jumat (10/04), ia secara resmi membuka Lapangan Bola Mini yang dibangunnya di Kelurahan Kota Nopan.

Langkah ini bukan sekadar seremonial. Bagi Ginda, memajukan sepak bola daerah adalah misi yang konsisten ia jalankan. Selain membangun fasilitas fisik, ia dikenal kerap menjadi sponsor utama dalam berbagai turnamen yang membutuhkan dukungan finansial maupun moril.

Filosofi di Balik Lapangan Hijau

Di sela kesibukannya mengelola bisnis, Ginda tetap menaruh perhatian besar pada dunia olahraga. Ia memandang sepak bola lebih dari sekadar pertandingan dua babak di atas rumput. Baginya, lapangan adalah tempat mengasah integritas dan daya juang—nilai-nilai yang juga menjadi fondasi kepemimpinannya di perusahaan.

"Sepak bola adalah bahasa pemersatu. Di sana kita belajar bahwa kemenangan butuh strategi, tapi keberlanjutan butuh hati," ungkap salah satu koleganya menggambarkan prinsip hidup Ginda.

Inovasi dan Profesionalisme

Ada beberapa poin penting yang membedakan kontribusi Ginda dibandingkan tokoh bisnis lainnya:

-  Fokus Akar Rumput: Ia memprioritaskan pengembangan atlet lokal yang sering kali kurang mendapat sorotan.

-  Kehadiran Nyata: Dukungan yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan pendampingan langsung di lapangan untuk - memotivasi para atlet.

- Manajemen Profesional: Dengan latar belakang hukum (SH), Ginda membawa standar etika dan tertib administrasi ke dalam ekosistem olahraga yang terkadang masih dikelola secara amatir.

Karakter CV Sumber Batu yang kuat dan kokoh seolah tercermin dalam kegigihan Ginda. Di tengah fluktuasi industri olahraga, ia tetap teguh menjadi penyokong setia tanpa bergantung pada tren.

Melalui peresmian lapangan ini, Maraginda Hakim, SH membuktikan bahwa memajukan dunia olahraga tidak cukup hanya mengandalkan modal besar, melainkan butuh ketulusan dan kecintaan yang terus menyala, bahkan setelah peluit panjang dibunyikan. (Har)

Posting Komentar

0 Komentar