Buruh Gelar Aksi, Tuntut Penutupan Portal Berbayar di Pintu Masuk KIM 1


hariantoday.com,MEDAN- 
Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh Berjuang (GEBRAK) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Kawasan Industri Medan (KIM), Rabu (22/04/2026). Massa menuntut pihak pengelola segera menutup kembali akses pintu masuk KIM 1 di Jalan KM Yos Sudarso, Medan, yang kini menerapkan sistem portal berbayar. Jum'at, 24 April 2026.

Aksi tersebut dilakukan dengan mengendarai mobil komando serta iring-iringan ratusan sepeda motor menuju titik kumpul di Kantor PT KIM.


Keberatan Atas Retribusi Parkir

Dalam orasinya, Akhmad Rivai, SH selaku Ketua DPC FSP RTMM SPSI Medan, menegaskan bahwa kebijakan retribusi parkir tersebut tidak memiliki landasan aturan yang baku, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, penerapan biaya masuk ini sangat membebani para buruh yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut menuju perusahaan tempat mereka bekerja.

"Kebijakan ini mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar dan mempersulit akses para pekerja. Kami mendesak agar pintu portal tersebut segera ditutup dan dikaji ulang," tegas Akhmad Rivai di tengah sorak sorai massa.


Beberapa tokoh serikat buruh yang turut hadir dalam aksi ini antara lain:

-  Akhmad Rivai, SH (FSP RTMM SPSI Sumut)

-  Buldozer Purba, SH (FSP LEM SPSI Sumut)

-  Habibul Hasan, SH (SBNI Kota Medan)

-  Komitan, SH (BPC SBMI Kota Medan)

-  Spranoto, SH, MH (SP LEM SPSI Kota Medan)

-  Indra Hariadi, SH (SPMI Sumut)

-  OK Nasrun Efendi, SH (FSP KEP SPSI Kota Medan)

Hasil Kesepakatan: Portal Ditutup Sementara

Berdasarkan keterangan para koordinator aksi, kebijakan portal berbayar ini sebelumnya sempat diberhentikan karena protes serupa. Namun, pengelola kembali mengaktifkan portal tersebut hingga memicu keresahan di kalangan buruh dan warga setempat.


Setelah melakukan negosiasi yang difasilitasi oleh pihak Kepolisian Belawan, perwakilan buruh akhirnya diterima oleh pihak manajemen PT KIM. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan penting bagi para pengunjuk rasa.

Taufiq, selaku perwakilan manajemen PT KIM, menyatakan di hadapan massa bahwa pihaknya sepakat untuk menutup sementara portal di pintu masuk KIM 1. Keputusan ini diambil guna mengevaluasi kembali regulasi serta menunggu perbaikan infrastruktur dan akses jalan di dalam kawasan industri tersebut. (Har)

Posting Komentar

0 Komentar